"Banyak orang tahu bahwa kurang berolahraga berakibat buruk bagi kesehatan. Akan tetapi, banyak orang yang tidak tahu bahwa berpikir dirinya masih kurang berolahraga juga bisa membahayakan kesehatannya", kata Octavia Zahrt, Ph. D.
Berolahraga dan menjaga badan tetap prima merupakan sesuatu yang penting untuk umur panjang dan sehat. Akan tetapi, sebenarnya selain aktifitas fisik itu sendiri, ada faktor penting lainnya yang belum lama diketahui yaitu persepsi kita sendiri terhadap tingkat aktifitas kita.
Pandangan kita terhadap tingkat aktifitas fisik kita mungkin berbeda dari yang sebenarnya. "Kalau anda hidup dikelilingi orang-orang yang selalu bugar, anda mungkin akan merasa bahwa anda kurang berolahraga walaupun sebenarnya sudah cukup," kata Zahrt.
"Atau kalau anda berpikir bahwa berolahraga di pusat kebugaran barulah dapat disebut berolahraga, anda mungkin melupakan aktifitas yang anda lakukan di tempat kerja atau di rumah saat anda bersih-bersih atau menggendong anak," lanjutnya.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Alia Crum dan Drs. Zahrt mengungkapkan hasil yang mengejutkan. Data diambil dari 3 kewarganegaraan di Amerika dengan ukuran sampel 61,141 orang dewasa. Para individu ini disurvey dari tahun 1990 sampai 2006, dan data mengenai kematian dikumpulkan pada tahun 2011. Para peneliti mempunyai akses terhadap riwayat kesehatan mereka secara detail dan informasi seperti cacat, kesehatan mental, indeks massa tubuh, jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, dan ras.
Peserta diberikan pertanyaan seputar kebugaran dan tingkat aktifitas. Informasi disusun mengenai jenis aktifitas mereka yang baru saja mereka lakukan, dan juga durasi dan intensitasnya. Pada satu tahap pengumpulan data, peserta dipakaikan accelerometer yang mengukur tingkat aktifitas mereka sebenarnya.
Lebih penting lagi, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan juga mengukur seberapa aktif mereka masing-masing dengan pertanyaan seperti ini, "Apakah anda merasa lebih aktif, kurang aktif, atau sama aktifnya secara fisik dengan orang-orang seumuran anda?" Mereka juga menilai kesehatan mereka sendiri secara umum dengan ukuran penilaian 1 (sangat sehat) sampai 5 (tidak sehat).
Hasilnya persepsi para peserta terhadap tingkat aktifitasnya sendiri tidak sama dengan tingkat aktifitas yang sebenarnya dan efeknya sangat mengejutkan.
Mereka yang berpikir kurang aktif daripada orang-orang disekitarnya 71 persen lebih banyak yang meninggal pada saat penelitian ini berjalan, daripada mereka yang percaya dirinya lebih aktif. Hasil tersebut tetap signifikan walaupun faktor lain sudah dikendalikan seperti tingkat aktifitas sebenarnya, penyakit kronis, dan umur.
Hasil penelitian tersebut tidak dapat dijelaskan oleh penelitian saat ini, tapi ada beberapa teori yang dapat dipertimbangkan. Salah satu teori yang dapat menjelaskan hasil penelitian tersebut ialah efek placebo.
Peneliti tahu betul bagaimana obat tanpa ada bahan aktif di dalamnya dapat membuat pasien merasa lebih baik. Banyak penelitian mengenai placebo akan tetapi bagaimana mekanisme kerjanya masih belum dapat diketahui dengan baik.
Teori lainnya ialah perasaan yang timbul karena tidak dapat melakukan hal sebaik orang-orang di sekeliling anda dan khawatir akan dampak negatif pada kesehatan. Mereka mungkin akan merasa ketakutan, depresi, dan stress, yang akhirnya berdampak buruk bagi kesehatan.
Walaupun masih diperlukan banyak penelitian, yang dapat kita ambil dari sini ialah kunci untuk umur panjang dan sehat adalah tetap aktif, dan juga PERCAYA bahwa anda sudah aktif.
Sumber: Medicalnewstoday.com oleh Tim Newman (7/22/2017)
No comments:
Post a Comment