7/11/2017

Kopi Memperpanjang Usia Hidup Anda

Sebuah studi yang baru diterbitkan hari senin (10/7/2017) menunjukkan bahwa kopi dapat memperpanjang usia anda.

Penelitian pertama melibatkan lebih dari 520.000 peserta di 10 negara di Eropa, hal ini juga yang membuat penelitian tersebut menjadi penelitian terbesar mengenai pengaruh kopi terhadap kesehatan. Studi tersebut menemukan bahwa meminum kopi lebih banyak dapat menurunkan secara signifikan resiko kematian.

Penelitian kedua lebih berfokus pada non-kulit putih. Setelah meneliti 185.000 peserta keturunan Afrika-Amerika, Amerika asli, Hawai, Jepang-Amerika, Latin, dan kulit putih, peneliti menemukan kopi dapat memperpanjang usia segala ras.

Orang yang terbiasa meminum kopi 2-4 cangkir sehari mempunyai resiko kematian 18% lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Penemuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang lebih berfokus pada orang kulit putih, kata Veronica Wendy Setiawan, profesor bagian ilmu kedokteran pencegahan di USC's Keck School of Medicine, yang memimpin penelitian terhadap populasi non-kulit putih.

"Walaupun populasi dalam penelitian ini beragam dan mereka semua mempunyai gaya hidup, pola makan, dan kerentanan badan yang berbeda-beda -- kami tetap menemukan pola yang sama," kata Setiawan.

Penelitian terbaru menunjukkan adanya kemungkinan yang kuat hubungan antara kopi dengan umur panjang dan menemukan bahwa konsumsi kopi menurunkan kemungkinan sakit jantung, kanker, penyakit pernafasan, stroke, diabetes, dan penyakit ginjal.

Penelitian lainnya di Eropa juga menunjukkan bahwa kopi dapat menurunkan kecenderungan untuk bunuh diri, penyakit hati, kanker pada wanita, penyakit pencernaan dan penyakit peredaran darah. Mereka yang mengkonsumsi kopi 3-4 cangkir sehari mempunyai resiko lebih kecil dalam menghadapi penyebab kematian.

Kedua penelitian tersebut diterbitkan oleh Annals of Internal Medicine.

"Kami memperhatikan berbagai negara di Eropa, dimana cara mereka meminum dan menyeduh kopi cukup berbeda-beda," kata Marc Gunter, seorang pembaca epidemiologi kanker dan pencegahan di Imperial College's School of Public Health di Inggris, yang juga turut menulis studi di Eropa.

"Facta bahwa kami menemukan hubungan yang sama dari berbagai negara yang berbeda merupakan implikasi bahwa sumbernya adalah kopi itu sendiri dan bukan bagaimana caranya kopi tersebut disajikan atau diminum," katanya.

Penelitian sudah menunjukkan bahwa senyawa-senyawa tertentu dari kopi mempunyai sifat neuroprotektif dan anti-inflamasi. Hal tersebut dapat menurunkan resiko terjangkit berbagai penyakit seperti salah satunya penyakit Parkinson.

Pada penelitian di Eropa, mereka yang meminum kopi mempunyai kecenderungan tingkat inflamasi yang lebih rendah, riwayat lipid yang lebih sehat, dan kontrol gula yang lebih baik dibanding mereka yang tidak minum. Masih belum jelas senyawa-senyawa manakah yang sebenarnya memberikan manfaat bagi kesehatan, akan tetapi Gunter mengatakan bahwa ia sangat tertarik untuk mempelajari ini lebih lanjut.

Kedua penelitian tersebut memisahkan perokok dengan yang tidak merokok, karena memang diketahui perilaku merokok mengurangi usia dan berhubungan dengan berbagai penyakit. Akan tetapi, mereka menemukan bahwa kopi juga memperpanjang usia bagi perokok.

"Merokok sepertinya tidak mengurangi efek dari kopi," Kata Gunter. "Tidak masalah apakah anda merokok atau tidak. Kopi tetap memperpanjang usia hidup anda."

Di pihak lain, Dr. Alberto Ascherio, profesor Epidemiologi dan Nutrisi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, mengatakan masyarakat tetap harus waspada atas penemuan tersebut.

"Walaupun itu benar, hal itu tidak masuk akal bagi saya, karena dengan merokok, anda sudah mengurangi usia hidup anda beberapa kali lipat. Kemudian anda mengurangi efek tersebut hingga 10 persen dengan kopi? Anda bercanda," kata Ascherio, yang turut terlibat dalam penelitian tersebut.

"Menurut saya hal ini merupakan proposisi yang berbahaya karena ini memberi kesan bahwa perokok dapat melawan efek rokok dengan meminum kopi. Hal tersebut tidaklah mungkin."

Bagaimanapun dengan pengamatan terhadap penelitian-penelitian sebelumnya, sangatlah sulit untuk membuang kemungkinan bahwa para peminum kopi hanyalah lebih sehat dari awalnya, kata Gunter.

Mungkin saja mereka yang menjauhi kopi, terutama yang berada di Amerika dan Eropa, tidak meminum kopi karena adanya masalah kesehatan. Tingkat kematian mereka yang tinggi bisa saja berasal dari masalah kesehatan mereka pada awalnya.

"Menurut saya, kesimpulan yang benar-benar dapat diambil adalah apabila anda seorang peminum kopi, teruslah minum kopi anda dan berbahagialah," kata Ascherio. Dan jika anda tidak minum? "Anda tidak perlu khawatir dan tetap dapat meminum teh maupun air dengan tenang."

Sementara itu, Gunter dan Setiawan tetap yakin bahwa kopi sebagai manfaat bagi kesehatan.

"Pesan yang dapat diambil adalah minum 2-4 cangkir kopi sehari tidak membahayakan kesehatan anda, dan malah, hal tersebut dapat saja membuat kesehatan anda lebih baik," kata Gunter.

"Konsumsi kopi secara moderat dapat membentuk pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat," kata Setiawan. "Penelitian ini dan penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa bagi sebagian besar masyarakat, tidak ada bahaya jangka panjang dalam meminum kopi."


Sumber berita: CNN bagian kesehatan edisi 2017/7/10

No comments:

Post a Comment