Seorang Muslim yang bekerja sebagai pegawai toko sembako di Paris dipuji atas tindakannya menyembunyikan beberapa pelanggan di ruangan pendingin untuk menyelamatkan mereka dari aksi terorisme.
Lassana Bathily, 24, mengarahkan mereka ke ruang bawah tanah tempat kerjanya, Hyper Cacher, pada saat Amedy Coulibaly menembakkan senjata.
Pelaku penembakan tersebut masuk ke toko tersebut sejam sebelum waktu Sabat Yahudi dan membunuh empat orang.
"Saya membukakan pintu, dan beberapa orang datang bersama saya. Saya mematikan lampu-lampu, saya mematikan pendingin, dan mereka masuk ke dalam ruangan pendingin itu", kata Bathily pada salah satu stasiun lokal. "Saya mengatakan pada mereka untuk tenang, tidak mengeluarkan suara. Kalau dia (Amedy Coulibaly) tahu keberadaan kami, dia dapat masuk dan membunuh kami"
Pria muda tersebut berhasil keluar dari bangunan melalui lift barang, tetapi polisi mengira dia sebagai salah satu teroris dan memborgolnya.
Bathily kemudian menolong para polisi dengan pengetahuannya atas denah toko pada saat polisi sedang menyusun rencana untuk menyerbu bangunan tersebut.
Orang-orang yang ia selamatkan mengucapkan rasa terima kasih sedalam-dalamnya setelah kejadian tersebut usai. "Sama-sama. Ini bukan apa-apa, inilah hidup", ucapnya.
Sumber mengatakan bahwa 6 orang berhasil menyelamatkan diri di dalam ruangan pendingin. Setidaknya ada 19 orang tewas, termasuk 3 pelaku penembakan dalam insiden terorisme di Prancis ini.

Setiap golongan maupun agama selalu ada orang yang baik dan jahat. Bathily telah melakukan apa yang harus ia lakukan untuk menolong menyelamatkan hidup. Terlepas dari warna kulit, kepercayaan, dan lainnya, dia memutuskan untuk menolong mereka dan telah menunjukkan kebaikannya sebagai manusia.
ReplyDelete